Senin, 04 April 2016

Naskah Film/ Drama Bertema Radikalisme : Aku dan Jihadku



Aku dan Jihadku
Tokoh Utama :
1.      Zakaria
2.      Mahesya
3.      Lina
4.      Ibu Zakaria
5.      Organisasi ISIS (orang 1)
Tokoh Pembantu
1.      Guru 1
2.      Bu Rini
3.      Algojo Bu Rini
SINOPSIS
Zakaria seorang anak SMA kelas dua, menjalani kehidupannya yang penuh cobaan demi membahagiiakan Ibunya. Namun, cobaan yang dia hadapi lama-kelamaan terus datang bertubi-tubi megahmpiri kehidupannya yang sejak awal sudah sengsara. Kejadian ketika ia melihat ibunya berlutut sambil menagis karena rumah yang disita membuat semua yang ada dalam diri Zakaria hancur, ia putus asa, tak tau harus bagaimana, ketika itulah seseorang datang menghampirinya, dan menjanjikan akan membantu ia mengembalikan kebahagiaan ibunya asalkan ia mau berjihad dijalan Allah bersama orang-orang yang menyebut diri mereka ISIS itu. Zakaria ia kosong itu, seakan terisi kembali dengan angan-angan membukakan pintu surga untuk ibunya dengan berjihad di jalan Allah. Namun, tragis jihadnya itu membawanya menjadi salah satu tersangka bom bunuh diri.
OPENING
 
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai udzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk, satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar. (QS. An-Nisaa`: 95)

Scene 1
Ibu                         :” Nak, ibu pesan sama kamu, kamu harus menjadi orang sukses. Ibu beri kamu izin untuk melanjutkan sekolahmu di sekolah negeri, SMA 1 Selong. Cuma satu yang ibu minta nak, rajinlah belajar dan kejar impianmu, sesulit apapun rintangan itu. Doa ibu selalu bersamamu nak”
Zakaria      :” Saya janji,bu. Saya tidak akan pernah mengecewakan ibu, kebahagiaan ibu adalah segalanya untuk saya, nasihat ibu adalah petunjuk saya dan senyuman ibu adalah hidup saya”
Ibu                                     :” iya nak ibu percaya sama kamu. Meski bapakmu meninggalkan kita, Allah selalu ada untuk kita nak, dan Ibu akan selalu ada untukmu nak.”( mengelus kepala anaknya).
Scene 2
Masih terngiang di ingatan Zakaria, percakapannya dengan sang ibu  1 tahun lalu. Ketika ia berjanji akan meraih mimpinya dan menjadi orang sukses, demi membahagiakan sang ibu apapun cara dan resikonya. Namun, hidup tak pernah berjalan seperti yang ia harapkan....
Zakaria      :” Assalamualaikum bu”
Guru          :”Waalaikumsalam......... Oh iya Zakaria, silahkan masuk nak”
Zakaria      :” Maaf bu, kata Sanji ibu memanggil saya?’
Guru          :” Iya, betul....duduklah, ada yang ingin ibu bicarakan dengan kamu”
Guru          :” mmmm....Jadi sebelumnya begini Zakaria, ibu mendapat laporan dari pihak TU, kalau kamu belum membayar tunggakan SPP selama 6 bulan apa iitu benar?”
Zakaria      :(tertunduk)” benar ibu”
Guru          :” sebagai wali kelasmu,apa ibu boleh tau apa alasannya?”
Zakaria      :” seperti yang ibu tau, keluarga saya dalam keadaan ekonomi yang serba kekurangan bu. Sebenarnya 3 bulan lalu saya berniat membayar SPP namun, tiba-tiba saja ada penagih  yang datang kerumah saya dan memaksa ibu saya untuk membayar hutang, mereka mengancam akan menggusur rumah saya jika kami tidak membayar hutang bu”
Guru          :” Bukankah, sekolah sudah memberikan bantuan untuk kamu nak”
Zakaria       :” Iya bu, tetapi itu semua tidak cukup terlebih lagi saya harus membayar uang kos saya yang belum lunas. Satu bulan ini pun ibu saya sering jatuh sakit, sehingga dia tidak bisa bekerja bu. Tapi bu alhamdulillah besok saya bisa membayar SPP walaupun untuk 3 bulan dulu.”
Guru          :” Ibu turut prihatin mendengar kabar tentang ibumu Zakaria,baiklah tidak apa-apa meski hanya untuk 3 bulan, sisanya nanti saya bicarakan dengan pihak TU kamu tenang saja, tapi..........karena peraturan sekolah ibu tidak ada pilihan lain selain memberikan kamu surat peringatan yang pertama.”
Zakaria      :” iya terimakasi bu.........kalau begitu saya permisi Assalamualaikum”
Guru          :” walaikum salam”
Scene 3
Mahesya    :( menatap laptop dengan serius)
Zakaria      :” Assalamualaikum Sa, lagi apa?”
Mahesya    :” Waalaikumsalam, eh? uwaaaaaa!!!(menutup laptop) Ya Allah ngagetin aja Za”
Zakaria      :” lagi ngeliatin apaan kok kayaknya serius sekali?”
Maheya      :” ah..i-itu biasa... lagi baca materi biologi buat ulangan besok..hahahaha”
Lina           :” atau lagi nonton film 18 ++ buat bekal masa depan?”
Mahesya    :” uwaaaaa!!! Sial nih anak, kapan nongolnya?”
Lina           :” Cih dasar cowok Hentai....oiya, Assalamualaikum Zakaria”
Mahesya    :” HAAAH? Apa kamu bilang cewek jelek?”
Zakaria      :” Waalaikumsalam Lin.......udah udah kalian stop bertengkar dong, nggak enak diliatin tuh”
Lina           :” oya guys, kalian udah baca berita belom tentang pengeboman di Jakarta itu?”
Mahesya    :” ah itu, aku juga udah liat, katanya lagi-lagi itu ulahnya ISIS. Menurut berita yang aku baca pengeboman itu ternyata bom bunuh diri, sedikitnya enam ledakan, dan juga penembakan di daerah sekitar Plaza Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.Total korbannya semua ada 7 orang.”
Lina           :” Aku bingung, buat apa sih mereka melakukan itu? Katanya Jihad sih? Tapi apa Islam mengajarkan kita berjihad dengan angkat senjata? Tidak bisakan mereka berjihad dengan menebar cinta dan perdamaian sebagaimana ciri khas Islam itu sendiri?”
Mahesya    :” yah, kita nggak tau jalan pikiran meraka itu seperti apa, yang jelas kita harus hati-hati, jangan sampai kita ikut-ikutan terpengaruh apalagi sekarang banyak beredar isu kalau organisasi-organisasi itu lagi mengincar remaja yang labil, ya kayak kita ini”
Zakaria      :” mmmm maaf tapi, dr tadi kalian ngomongin apa ya?”
Lina dan Mahesya:” huh?......hahahahaha”
Zakaria      :” kok kalian ketawa sih? Kasi tauu dong”
Lina           :” mangkanya baca berita dong, temenku yang ganteng.... ya udah ntar aku ceritain, tapi nanti ya, udah waktunya masuk nih, nanti Pak CP marah lagi kalo kita telat, ayok!!”
Scene 4
Keesokan harinya
Lina           ;” Sa coba liat deh ini berita”
Mahesya    :” Gafatar ( Gerakan Fajar Nusantara) sebuah organisasi kemasyarakatan yang dianggap sesat.....hah ada ada aja.......udalah nggak usah di pikirin, nggak penting”
Lina           :” nggak penting gimana? Ini penting tau!!!”
Mahesya    :” terserah deh, aku nggak peduli sama hal –hal berbau Radikalisme kayak gitu. Eh Zakaria tuh, kok murung gitu ada apa ya?”
Lina           :” Za....hei”
Mahesya    :” Za kenapa kok kamu nangis?”
Zakaria      :” kos-kosankku kemasukan maling Sa”
Lina           :” Ha gimana ceritanya?”
Zakaria      :” sepulang sekolah kemarin, aku sudah nemuin kalau kamar kosku di obrak-abrik, uang untuk bayar SPPku juga diambil, semua di ambil, hp, laptop, bahkan uang yang teman-teman sekelas kumpulkan untuk darmawisata minggu depan juga amblas. Aku harus gimana?”
Mahesya dan Lina :” ya Allah!!”
Zakaria      :” aku harus gimana sekarang?!! Aku bingung!! Kenapa musibah selalu saja menimpa aku!! Kenapa harus aku selalu aku!! Bagaimana aku bisa menjelaskan ini pada ibukku?”
Lina           :” Aku sama Mahesya bakal mikirin jalan keluar untuk uang darmawisata, dan lebih baik kalau kamu sampaikan secara baik-baik sama ibu kamu, dia pasti ngerti...sepulang sekolah nanti kami temani kamu kerumah ya, untuk bilang sama ibu kamu. Kami pasti bantu Za”
Zakaria      :” iya makasi”
Scene 5
Di rumah Zakaria, ternyata para algojo suruhan Bu Rini yang meminta uang pinjaman yang di pinjam Ibu zakaria dilunasi tengah membotong barang-barang  dari dalam rumah, sedangkan sang ibu hanya bisa menangis sambil bersujud memohon di bawah kaki Bu Riniagar memberinya waktu melunasi hutang Pemandangan itu telah membuat hati Zakaria hancur berkeping –keping.
Ibu                         :” tolong pak, saya mohon.......kasi saya waktu......jangan bawa barang-barang saya paaak tolong. Bu Rini tolong beri saya kesempatan saya mohon!!!”
Zakaria      :” Bu ada pa abu? Kenapa...rumah kita...di..”
Ibu                         :” kasihani kami Bu Rini saya mau tinggal dimana? Tolong satu minggu saja”
Bu Rini      :” waktu...waktu...waktu terus yang diminta! Uangnya kapan dilunasi? Kalo kerjanya Cuma minta minta udah jadi pengemis saja sana sama anakmu itu!’
Bu Rini      :” Kalau memang tidak mampu mengembalikan uang orang, jangan minjam dong bu. Saja jadi ikut berdosa, karena membiarkan ibu berdosa karena ngutang sama saya!!”
Zakariapun mengurungkan niatnya memberitau semua masalah yang tengan ia hadapi kepada ibunya, mengingat pemandangan yang melukai hatinya tadi, melihat sang ibu bersujud memohon di kaki orang. Kemudian berkat kebaikan hati salah satu pamannya, akhirnya ibu Zakaria diizinkan untuk tinggal selama apapun yang dia inginkan. Namun, satuhal yang jelas di telah membekas di hati zakaria, ia telah gagal membuat ibunya bahagia, ia telah gagal menepati janjinya.
Scene 6
Orang 1      :” Ada apa dek, termenung disini sendiri?”
Zakaria      :” saya lagi bertanya pada diri saya mas, apa lagi hal yang tersisa yang bisa saya lakukan untuk membahagiakan ibu saya? Satu mminggu ini, hal buruk selalu menimpa saya dan ibu saya, saya merasa putus asa mas, kenapa Allah memberikan cobaan yang begitu berat kepada saya dan ibu saya. Saya Cuma ingin membahagiakan ibu saya, tetapi apa? Yang saya bisa berikam hanya kesengsaraan untuk beliau”
Orang 1      :” Ada satu cara agar engkau bisa membahagiakan ibumu dunia akhirat dek, berjalanlah di jalan Allah, niscaya ibumu akan mendapatkan surga. Berjihad mungkin satu-satunya cara yang bisa kamu lakukan untuk membahagiakan ibumu”
Zakaria      :” anda tidak bohong kan? Kalau saya berjihat di jalan Allah saya pasti bisa membuat ibu saya masuk surga, semua itu benar kan?”
Orang 1      :” saya tidak bisa berkata apapun selain......Allah sendiri yang telah menjanjikan itu didalam alquran”
Zakaria      :” Mas tolong bantu saya, bantu saya berjihad di dajannya, untuk ibu saya apapun akan saya lakukan untuk kebahagiaannya, ibu saya adalah hidup untuk saya mas”
Orang 1      :” baiklah, besok datanglah ke tempat ini....kamu bagian dari kami sekarang. Assalamualaikun”
Zakaria      :” kalau boleh tau mas, “kami” yang mas makdukan apa?”
Orang 1      :” kamu pasti sudah sangan familiar mendengannamaini. Kami,..tidak kita..tergabung dalam suatu oraganisasi, kita adalah ISIS”
Semenjak pertemuannya dengan orang itu, Zakaria tidak pernah lagi muncul di sekolah setelah seminggu lamanya. Hal itu membuat Lina dan Mahesya curiga.
Lina           :” Sa gimana apa kata  buguru?’
Mahesya    :”Hmmmm.......Buguru bilang dia sudah coba-berkali-kali mengubungi rumah pamannya Zakaria, tapi belum berhasil juga, rencananya lusa Buguru mau pergi langsung ke rumah pamannya Zakaria....Argggh kemana sih tu anak!”
Lina           ;’..........”
Mahesya    :” Lin, kok bengong, apa ada yang buatkamu kepikirian? Aku bisa baca dari raut mukamu, jadi lebih baik cerita aja sama aku’
Lina           :’” Sebenernya Sa, aku denger desas desus, seminggu lalu ada yang melihat Zakaria ngomong sama bapak-bapak di taman kota, mereka bilang orang itu anggota ISIS yang lagi buron Sa.”
Mahesya    :” Husss,, gosip itu mah, jangan dipercaya.....aku nggak percaya Zakaria bakalan ikut yang kayak gitu, nggak mungkin!!!”
Lina           :” tapi kan nggak ada salahnya kita cari tau Sa.”
Mahesya    :” hmmm.......kalo gitu, kamu ada ide?”
Lina dan Mahesya mencoba menyelidiki motif menghilangnya Zakaria bersama. Dengan aksi yang agak nekat, mereka bahkan meminta bantuan dari pihak kepolisian untuk memberi info terkait organisasi Isis yang tengah dikabarkan berkeliaran di daerah lombok. Awalnya memang sulit, namun usaha takkan berbohong pada hasilnya.
Mahesya    :” Zakaria!!”
Zakaria      :” Kalian? Ngapain kalian disini?”
Mahesya    :” Eh brengsek seharusnya aku yang nanya, apa-apaan baju mu ini!! Ini apa???( memegang bed bertuliskan ISIS di tangan kanan Zakaria)”
Zakaria      :” ini kebangganku sekarang Sa, udah aku nggak mau cekcok sama kamu, mending kalian pergi”
BUAAAK....Mahesya meninju Zakaria, telak di wajah.
Mahesya    :” Sadar Za!! Sadar!! Apa yang kamu lakuin ini salah Za!!”
Zakaria balik meninju Mahesyam tapi kali ini duakali dipat yang langsung membuat Mahesya tersungkur ke tanah.
Lina           :” Zakaria, tolong cukup. Kamu kenapa Za? Kemana Zakaria Sukmana yang kami kenal? Kenapa kamu harus terjerumus bersama mereka Za?’
Zakaria      :” Ini jalan yang aku pilih Lina, aku lakukan ini demi ibuku tercinta. Dengan aku berjihad di jalan Allah, aku telah membukakan pintu surga untuk ibuku”
Lina           :” Jihad? Apa dengan  berjihad seperti ini ibumu akan bahagia!!”
Zakaria      :” Tentu!! Pasti!! Allah sendiri yang menjanjikannya dalam AlQuran”
Lina           :” Tapi apakah Allah meminta kita melakukannya dengan jalan kekerasan? Nggak Za...nggak!! ini( mengambil buku dan pulpen dari tas) dengan ini kamu harusnya bejihad Za, dengan ilmu, dengan sekolah, dengan menjadi orang sukses!! Baru kamu bisa membahagiakan ibumu!!”
Zakaria      ;( mengambil buku dari tangan Lina, merobeknya dan menarik kerah Lina sambil berteriak)” Memangnya kamu tau apa?!!!!”
Mahesya    :” Stop Za!! Udah gila apa kamu?”
Zakaria      :” Gila? Hahahahahaha? KALIAN YANG GILA!!! Ilmu? Sekolah? Apa itu semua bisa buat ibuku bahagia? Malah sebaliknya!! Itu yang membuat ibuku menderita!! Katanya sekolah gratis, tapi SPP terus di tarik dari siswa, belum lagi uang pembangunan, uang imtaq sumbangan segala macem!!! Aku bukan anak orang berkecukupan seperti kalian yang tinggal menengadahkan tangan seperti pengemis kepada orang tua kalian lalu mendapat uang.  Berpoya-poya dengan segala harta. Tapi aku dan ibuku.....kami selalu menderita, karena kami miskin kami selalu dikucilkan.....ibuku tidak pernah bahagia selama hidupnya, tidak pernah bisa seperti orang tua kalian yang bisa naik mobil, beli baju baru, makan di restoran mahal. Ibuku bahkan memikirkan uang makan untuk hari kemudian saja susah!!! “
Mahesya    :” Bukan begitu Za”
Zakaria      :” Bukan apa? Kalian menyuruh aku kembali kesekolah dimana hanya ada orang-orang yang menganggap aku pencuri padalah aku yang jadi korban, hanya karena aku miskin.....seenaknya aku dituduh mencuri.”
Zakaria menghela napas lelah, hening sejenak kemuadian ia berbalik arah hendak pergi.
Lina:” Za tolong, aku mohon........jalanmu salah Za, itu bukan jalan yang benar”
Zakaria            :” DIAAAM!!! Jangan lagi kalian bicara atau.....( menodongkan senjata).....kalian tidak akan pernah mengerti sekuat apaun kalian coba untuk mengerti, dunia ini sudah tidak ada lagi cinta yang hanya ada dusta. Ini jalan yang aku pilih.....orang menghalangi jalanku akan aku habisi..bahkan kalian sekalipun”
Mahesya          :” Baiklah kalau memang itu maumu, tapi satu hal Za.......aku yakin ibumu akan menagis mendengar hal ini”
Zakaria            :” hmmm, terserah kalian mau berkata apa  tapi ini takdirku......Aku dan Jihadku”
Kemudia Zakaria pergi berlalu meninggalkan kedua temannya tanpa menoleh kebelakang sedikitpun. Semenjak hari itu mereka tidak pernah bertemu Zakaria kembali namun 4 hari kemudia, terjadi pengeboman di 4 kota secara bersamaan di Pulai Jawa, bom buhun diri, dan salah satu pelaku bom itu adalah....Zakaria.
Ending
Zakaria :” Ya Allah aku lakukan ini demi ibuku, demi membahagiakannya Ya Allah, aku memang tak bisa membahagiakannya di dunia.....tapi berikanlah ia jalan masuk menuju surga dengan jihadku ini Ya Allah...ALLAHUAKBAR!!!!”


GUBAHAN : R2

Naskah Film/ Drama Bertema Kearifan Lokal : Wajah Sasak



WAJAH SASAK
Tokoh Utama:
1.      Dirga
2.      Arslan
3.      Mamiq
4.      Ibu
Tokoh pembantu
1.      Guru 1
2.      L. Slamet ( pemilik sanggar gendang beleq)

SINOPSIS
Arslan seorang siswa SMA kelas 3 yang bercita-cita menjadi penulis, tengah mengejar mimpinya itu di bawah tekanan sang Mamiq yang menginginkan ia menjadi seorang Dokter. Kesempatan terakhirnya di SMA untuk membuktikan kesungguhannya menjadi seorang penulis di bantu dengan ada sebuah lomba essay tingkat nasional. Keinginannya yang kuat untuk menjadi penulis membawanya mengangkat budaya sasak ke dalam essay yang akan di tulis, bersama Dirga sahabat baiknya ia mencoba mengungkap wajah asli budaya sasak nya. Dengan harapan impiannya menjadi penulis akan di setujui sang Mamiq.
Scene 1
Guru 1: “Dirga Antara Panji, harus berapa kali ibu bilang ke kamu Dirga?! Kamu sadar tidak sih kamu itu sudah kelas 3, dan selama kamu belajar di sini kamu sudah berkelahi sebanyak 3 kali!”
Dirga :” Mereka duluan yang ngegangguin saya bu”
Guru 1: “ Bukan alasan Dirga!”
Dirga :” Jadi maksud ibu, kalau ada yang ganggu saya, saya harus diem aja begitu?”
Guru 1: “ Bukan! Ibu ingin kamu membalasnya bukan dengan otot tapi otak!”
Dirga : ( mengerutkan kening)
Guru1: “ Ah Sudahlah. Sekarang ibu mau ke ruang Kepsek dlu untuk menindak lanjuti masalah ini, dan.. kamu boleh pergi”
Dirga : “ Permisi bu”
Guru 1: “ Dirga!, tapi sungguh, ibu tidak ingin kamu di keluarkan”
Dirga :(tersenyum)
Scene 2
Arslan: “ Hmmmph, sekarang kenapa lagi Mr. Fighter?”
Dirga :” Ah udalah jangan dibahas, males aku denger ceramahmu “
Arslan :” Anak ini dibilangin ya, ngeles aja.... apa ndak mu----“
Dirga: “ Lan, please Stop! “
Arslan :” oke deh, sorry-sorry. Jadi hari ini, jadi nginep dirumah?”
Dirga :” iya, jadi lah sendirian dirumah sepi kayak gitu, bikin aku tertekan Lan. Tapi serius nggak papa kan?”
Arslan :” leee santai be! “
Dirga :” BTW Lan, malem ini party yok, mumpung malming”
Arslan :” Party?.....(mengerutkan kening)...wah wah wah udah dibilangin aku nggak suka gituan juga, masih aja maksa!”
Dirga :” Ya Allah Arslan, kamu ini beneran laki apa nggak sih? Ginian aja nggak berani, ini barang halal untuk para lelaki jantan..kamu tau kan ini itu adalah petunjuk hidup bla bla bla bla bla”
Arslan: “ Serah deh” (pergi berlalu)
Scene 3
Ruang Makan
Mamiq A: “ Jadi bagaimana nilai TO pertamamu Lan? Masih baik-baik aja kan? Jangan sampe nilai kamu menurun loh, kan sebentar lagi UN nilai kamu harus baik biar bisa masuk universitas dan ambil jurusan kedokteran”
Arslan :” Alhamdullilah masih baik baik aja kok Miq, bulan bulan ini  juga Arslan mau ikut lomba nulis essay tingkat nasional”
Mamiq :” lomba nulis-nulis lagi? Jangan sampe kegiatan itu buat nilai mu menurun , atau nanti kamu tidak bisa masuk jurusan kedokteran”
Ibu: “ Miq sudah nanti lagi bicaranya, tidak enak bicara sambil makan. Lihat nak Dirga jadi bengong sendiri”
Mamiq :” Ya ampun Dirga maaf ya, om jadi ndak enak”
Dirga :” HAHA iya om nggak papa kok” (  melirik Arslan )
Kamar Arslan
Dirga :” Masih dipaksain juga jadi Dokter?”
Arslan :” yah kayak yang kamu liat, mamiq masih nggak setuju setiap kali aku bilang aku mau jadi penulis. Padahal anaknya suka banget nulis”
Dirga :” terus lomba yang kamu sebut tadi kok aku ndak tau?”
Arslan :” oh itu aku juga baru dikasi tau kemarin sama pak Ahmad, lomba menulis essay tingkat Nasional essay yang harus dibuat bertema kearifan lokal, itu mangkanya aku harus menangin lomba ini dan buktiin ke mamiq kalo aku serius mau jadi penulis”
Dirga :” Tapi jadi dokter itu kan bermanfaat banget buat orang lain, populer, banyak dapet uang lagi”
Arslan :” Kerja itu bukan tentang uang aja Ga, tapi masalah hati. Walau uang banyak tapi hati nolak, tetep aja nggak enak”
Dirga :” Emang kenapa sih ngotot banget jadi penulis? Emng mau nulis tentang apa? ”
Arslan :” Karena aku sudah terlanjur jatuh cinta.....jatuh cinta sama dunia menulis. Aku pingin membuat tulisan tentang budaya, adat istiadat, semuanya....yang ada di Indonesia! Terutama di Lombok, Gendang Beleq, Peresean, Kandok Lekas Ares, Hanacarakan, Nyongkolan.....semuanya! aku pingin dunia tau semua tentang Lombok, tentang bagimana sebenarnya wajah asli sasak”
Dirga :” Yayayaya.... terserah deh,CD kesayangan ku udah gatel mau ditonton ne”
Arslan :(Mendesah) “ Hah....kamu ni ya kamu yang nanya kmau yang malah ndak peduli, tau nggak sih Dir kadang aku kesel sama kita anak anak muda lombok dan kesel sama keluargaku sendiri”
Dirga :” Kanso?!!”
Arslan :” yang pertama kita sebagai generasi muda yang seharusnya melestarikan budaya kita, tapi kita nggak pernah perduli sama budaya kita terutama kita yang ada di lombok ini. Dan karena keluargaku aku juga kadang malu buat apa aku menyandang nama LALU kalau aku tidak tau adat istiadatku yang sesnungguhnya itu seperti apa?! Dan setiap aku mau nanya ke mamiqku, di selalu aja nggak punya waktu, semuanya Cuma kerja-kerja dan kerja nggak ada waktu buat keluarga , nggak ada waktu untuk mewariskan budaya sasak pada anak semata wayangnya ini”
Dirga :( terdiam terpaku melihat Arslan yang emosi)
Arslan :” ma..maaf Dir, aku lagi emosi”
Dirga :” Don’t mind bud”
Scene 4
Pagi harinya di hari minggu
Arslan :”Dirga....bagun Dirga...masyallah anak ini susahnya dibangunin, nye aran  penindok batek beh ini jek”
Dirga :” hmm 5 menit lagi”
Arslan :” haah.... Dirga, Luna Maya nyariin kamu no”
Dirga :( bangun terkesiap ) “ Inak....mbe? mbe?”
Arslan :” di dalem mimpimu!, ambil wudu terus sholat subuh! Ayok!”
Dirga :” mmm Lan, kayaknya aku butuh waktu agak lama deh sebelum sholat”
Arslan :” Ya Allah ngapai lagi” ( melihat selangkang Dirga yang basah)
Dirga :( cengengesan )
Arslan :” oya Dir, hari ini ikut aku ke Desa Denggen ya, kita jalan-jalan”
Dirga :” terserah dah, kalo aku ayok aja. Mau berangkat jam berapa?”
Arslan :” sekarang jam 8, mangkanya ayok cepet siap-siap”

Scene 5
Arslan :”Miq Arslan sama Dirga ijin pamit mau ke Desa Denggen sebentar”
Ibu A:” Arslan, kapan sih kamu mau denger omongan Mamiq. Tolong berenti ngelakuin ini Arslan! Setiap minggu pasti keluar buat jalan jalan nggak jelas itu”
Arslan:” Miq apa yang nggak jelas sih? Arslan butuh surfei tempat buat tulisan Arslan. Arslan harus surfei langsung biar tulisan yang Arslan buat nanti bener bener originall”
Mamiq:” itu lagi, Mamiq udah bilang kamu itu harus jadi dokter, Mamiq nggak setuju kamu jadi penulis Arslan!!!”
Ibu :” Miq udah Miq, jangan ribut pagi-pagi malu didengertin tetangga”
Mamiq:(pergi berlalu)
Ibu :” udah nak pergi aja”
Arslan :” Assalmualaikum”
Dirga :”Assalmualaikum tante”
Dirga :” Lan, nentang perintah orang tua itu haram loh, karena sesungguhnya ridho Allah adalah riddho orang tua ”
Arslan :” Dir kamu nggak tau sih gimana rasanya ada posisiku sekarang, aku tau apa yang aku lakuin nggak bener, salah. Tapi aku pingin tunjukin ke Mamiq kalo aku serius pingin jadi penulis”
Dirga :” penulis yang akan menunjukkan wajah asli sasak tepatnya”
Dalam angkutan umum ( apa kek engkel kek, taxi terserah)
Orang 1: ( menjatuhkan buku)” aduh maaf”
Dirga :” ah ini pak bukunya”
Orang 1:” terimakasih nak”
Dirga :” ngomong-ngomong pak kalo boleh tau itu buku cerita apa ya?”
Orang 1:” oh ini, ini buku cerita bergambar untuk anak saya yang mengisahkan legenda bau Nyale”
Dirga :” oooo, kalo nggak salah seritanya itu, dahulu kala ada putri dari seorang raja bernama raja Tunjang Betu dari kerajaan Tunjang Beru yang namanya Mandalika terus gimana aduh aku lupa, hehe”
Arslan :” kemudian sang raja demi mencarikan pasangan hidup untuk putrinya, melakukan sayembara peresean, bagi pemuda terkuat makan dia boleh menikahi putri Mandalika, namun karena sayembara yang seharusnya berjalan damai namun malan menjadi zona saling membunuh antar para peserta sayembara, putri mandalika yang sedih melihatnya kemudian terjun kedalam laut, dan berubah menjadi mahluk laut yang kemudian di sebut nyale”
Dirga ;” oyaa itu itu...”
Orang 1:” ya benar sekali, kisah ini salah satu legenda suku sasak yang laing terkanal karena hingga saat ini tradisi bau nyale itu masih terus dilestarikan oleh orang rang lombok khususnya yang ada di lombok tengah, ngomong-ngomong adek-adek ini mau kemana ya?”
Arslan :”mm anu pak kami lagi mau keDesa Denggen, mau surfei tentang Gendang Beleq gitu deh”
Orang 1:” wah....jangan sekali loh ada anak-anak muda seperti kalian yang mau melestarikan budaya sasak kita, saya harap semoga kalian berhasil. Kalau begitu saya turuan duluan adek adek”
Arslan  dan Dirga :”mari pak”
Scene 6
Arslan :” Pak permisi boleh tanya , bapak tau alamat rumah mamiq Lalu Selamet pimpinan sanggar Gendang Beleq disini?
Orang 2:” oya saya tau mari saya antarkan”
Sesampainya di rumah pemilik sanggar
Assalamualaikum
L. Slamet :” waalaikum salam”
Orang 1 :” ini miq adek-adek ini mencari mamiq katanya mereka ada hal yang ingin di tanyakan”
L. Slamet :” oya silahkan masuk nak”
Arslan :” iya pak,.....dir kamera siap?”
Dirga :” santai Bos”
Arslan : “ perkenalkan miq nama saya Lalu Arslan Adbulkahar dan teman saya Dirga Antara Panji namanya”
L. Slamet :” oo nak Arslan sama nak Dirga ada perlu apa kesini”
Arslan :” jadi begini miq, maksud kedatangan kami kesini itu kami akan membuat sebuah tulisan essay tentang gendang Beleq yang sebenarnya itu sepergi apa .Dan kami kemudian tertarik untuk mengangkat tulisan tentang sanggar gendang beleq milik mamiq ini, jadi kami mau minta tolong sama mamiq untuk menjelaskan sedtail mungkin tentang gendang beleq dan sanggar mamiq ini”
L.Slamet : “ Jadi dulu sekitar tahun 70, gendang beleq di daerah ini masih bisa dihitung jari. Yang memiliki gendnag beleq di lombok timur ini Cuma ada beberapa desa saja, dan waktu itu gendang beleq sangatlan langka hanya saja begitu pesar orang yang membutuhkan gendnag beleq ini..orang orang antri untuk memesan gendang belek ini untuk di undang memeriahkan acara nyongkolan penganten. Bahkkan dalam satu minggu itu sering kali tidak pernah ulang rombongan gendang Beleq itu. Baru pulang dari pesanan pertama lalu berjalan lagi ke lokasi pesanan berikutnya”
Arslan :” mmm kasian jga ya....lalu miq sebenarnya dulu gendnag beleq ini fungsinya apa sih?”
L.Slamet :” pokoknya keperluan perang..ntar nyari lagi”
LANJUTAN....MASIH NUNGGU INFO LEBIH LANJUT..JADI PASS DULU. BAGIAN INI HARUS NANYA LANGSUNG KE ORANGNYA NDAK BISA AKU REKAYASA
Scene 7
Dirga :” Argghhhh akhirnya selasai juga, makan yuk Lan aku Lebay neeh.. lemes bray.....”
Arslan:”.....”
Dirga:” Lan kenapa kok diem aja?, jangan jangan kamu kerasukan setan Gendang Beleq tadi? Inaakk ngumbe nee....Arslan sadar Lan...Lan jangan mati Lan... Lan---“
Arslan :” Dir, kita diliatin orang, berneti alay ato aku iket kamu di tiang listrik”
Dirga:” lasingan apa je mu lamunin”
Arslan :” ndak ada.... udah jam 12 lebih nih kita sholat dzuhur dulu setelah itu kita makan”
At warung makan
Dirga :” setelah ini kita kemana Lan? Langsung pulang aja?”
Arslan:” Kita lanjutin ke Desa Sade di Loteng Dir”
Dirga ;” HAH? Yang bener aja dong, loteng secara jauh men, ini udah jam satu kalo berangkat sekarang nyampe rumah nanti pasti malem. Kalo mamiqmu marah gimana?”
Arslan :” aku tau konsekuensinya Dir, tapi udah nggak ada waktu lagi buat surfei tempat karena sabtu besok tulisan essayku udah harus dikirim. Jadi ke Sadenya sekrang atau tidak sama sekali”
Dirga ;” kita perginya naik apa?”
Arslan :” aku udah bilang sama Romeo buat minjemin motornya, dan dia bersedia dengan imbalan aku harus ngenalin dia ke Dinda, adek kelas di club mading itu”
Dirga :”dasar”
Scene 8
Arslan :” Akhirnya nyampe juga”
Dirga :(muntah-muntah mual)
Arslan :” baik-baik aja kan Dir? Mabuk motor mu ternyata belom ilang ya”
Dirga :” udah agak men..hooeek....aku juga lama-lama heran kenapa pas naik motor doang aku mabuk daratnya...”
Gaet :” Selamat datang mas, mau  berkunjung ke Sade? Mari saya antarkan”
Arslan :” oiya mas, tolong ya”
Gaet :”  nama mas-mas ini siapa ya?”
Arslan :” oya lupa kenalin mas nama saya Arslan ini temen saya Dirga, kami kesini mau surfei tentang daerah yang masih kental adat sasaknya ya salah satunya desa Sade ini”
Gaet ;” teang aja mas, saya bakalan jelasin tetek bengeknya semua tentang sade deh pokoknya”
Arslan :” iya mas makasi, oya Dir kamera siap kan?”
Dirga :” s..siap Lan santai”
TENTANG SADE MESKI CARI INFO LEBIH LANJUT DULU NTAR DI LANJUTIN YANG PENTING DALAM TAHAP ITU SEMPET KETEMU CEWEK CANTIK ( Bagian ini karena aku nggak tau Sade itu gimana jadi ndak berani nulisnya, ntar takut salah salah, harus ada info lebih lanjut)
Gaet :” Mas permisi sebentar, ada yang mencari saya, sebentar saya kembali lagi ke sini”
Dirga :” Lan, Arslan.....ini yang namanya mimpi jadi nyata lan”
Arslan :” Hah? Apa je”
Dirga  :” itu cewekk yang di sana itu, cantik banget dah”
Arslan ;” yang mana?”
 Dirga :”itu yang bawah bebale itu, yang lagi ngajar itu....samperin ah”
Arslan :” eh t..tunggu dir”
Dirga ;” halo permisi boleh ganggu sebentar, ini lagi apa ya kalo boleh tau...oya kenalin dulu nama ku Dirga Antara Panji,panggil aja Dirga. Yang di sana itu temenku Lalu Arslan Abdulkahar panggilan Arslan”
Maya :” Namku Maya Larasati salam kenal Dirga, Arslan. Dan Arslan senang bisa berjumpa dengan kamu
Arslan ;” mm? Maaf Maya kamu bilang apa tadi aku nggak ngeri”
Maya:” loh kamu kan Lalu kok nggak ngerti...bukan maksudku sombong tapi...itu mmm”
Arslan :” kamu nggak salah ko Maya memnag benar aku nggak bisa bahasa sasak halus, apalagi hanacaraka”
Dirga :” Maklum Maya, dia bangsawan abal-abal hehehe”
Arslan :” oya Maya kelihatannay ada yang menarik dari kegiatan kamu disini boleh cerita sama kita sedikit nggak?”
Maya :” Oh jadi begini, aku mahasiswa jurusan bahasa UGM, dan aku sedang ada tugas untuk meneliti bahasa daerah yang ada diluar pulau jawa, dan aku memutuskan untuk mengambil bahasa hanacarakan di Lombok karena tidak jauh berbeda dengan hanacarakan Jawa”
Dirga :” eeeh anak kuliahan toh, kita mah masih anak SMA”
Arslan :” kenapa kamu tertarik sama hanacaraka Lombok? Kenapa nggak bahasa daerah yang lain aja, bali misalnya kan lebih deket”
Maya :” kenapa ya? Alasan khusus sih nggak ada Cuma sayang aja kalau Hanacarakan yang ada di Lombok ini nggak dilestarikan. Walaupun aku bukan penduduk asli disini aku juga pingin bantu untuk melestarikan budaya sasak melalui hanacaraka ini.aku juga ngajar dikit-dikit buat anak sade disini, sambil sekalian memperlancar penguasaan bahasa hanacaraka ku juga”
Dirga :” kamu luar biasa ya Maya. Aku kagum, meskipun bukan asli Lombok tapi kamu mau mengenal, melestarikan, dan mengembangkan budaya sasak seperti hanacarakan ini”
Arslan :” Aku juga jadi malu banget sama kamu, seharusnya aku sebagai keturunan sasak bisa menguasai hancarakan, tapi apa........sedikitpun aku nggak ngerti. Malu-maluin banget”
Maya :” Kenapa kalian mesti malu, tidak ada kata terlambat untuk belajar, selama kalian ada keinginan untukk melestarikan buday akalian kenapa mesti malu. Yang seharusnya membuat kalian malu itu adalah acuh ta acuh terhadap budaya kalian sendiri”
Maya :” kalau kalian mau saya akan mengajarkan kalian dasar-dasar dari hanacarakan, bagaimana mau kan?”
Dirga :” walaupun aku nggak ngerti apa maksudnya tapi aku rasa jawabn nya iya.”

Scene 9
Di atas motor
Dirga :” yeees dapet pin Bbnya ayang Maya”
Arslan :” belom juga jadi udah main ayang-ayangan aja “
Dirga :” wee biarin”
Arslan :” duuh gawat karena keasyikan kita jadi lupa waktu, bakalan nyampe rumah tengah malem nih kita”
Dirga :” kan dari awal udah aku bilangin juga Lan, nyolot sih”
Di rumah Arslan
Didepan rumah Mamiq Arslan telah menunggu kedatangan Arslan dengan penuh amarah.
Mamiq :(mendekati arslan yang abru saya sampai rumah dengan ngos-ngosan )\
Arslan ;” Maaf miq Ars....”
Mamiq :(PLAKK!!!PENAMPAR Arslan)” Kamu pikir ini jam berapa? Ini sudah jam 12 malam habis dari mana saja kamu Arslan, kamu bilang Cuma mau ke denggen tapi, pasti kamu keluyuran nggak jelas lagi kan?”
Ibu :” miq udah miq udah, kasian arslan miq”
Mamiq:” ini pasti salah kamu kan Dirga, kamu kan yang menghasut anak saya agar berani menentang orang tuanya seperti ini. Saya sudah tau reputasi kamu di sekolah kamu itu pereman sekolah kan iyakan!”
Dirga :( terdiam, tangan terkepal di samping)
Arslan:” Miq kenapa mamiq ngomong seperti itu, Dirga ndak salah apa- apa miq. Ini kemauan Arslan sendiri, Arslan sampe bisa berbuat seperti ini juga gara-gara mamiq.”
Mamiq:” berani kamu ya Arslan!!” / pokonya disini adegan kelahi anak bapak/
Ibu :” miq jangan miq jangan”
Arslan :”Miq sekali ini aja miq, tolong mamiq dengerin Arslan. Kali ini arslan nggak akan diem lagi miq, arslan bakal ngasih tau semua yang sudah tiang pendam selama ini....Tiang ndak mau jadi dokter miq, tiang ingin jadi penulis miq. Apa permintaan tiang yang satu ini saja ndak bisa Mamiq penuhi? Apa selama ini tiang pernah ndak menuruti permintaan mamiq? Sekali ini aja miq tolong kasi restu Mamiq ke tiang”
Mamiq :” Mamiq ingin yang terbaik untuk kamu Arslan, sekarang kalau kamu jadi penulis nantinya kamu bakalan lihat teman-temanmu yang sudah sukses bakalan punya mobil mewah ruma mewah semuanya , sedangkan kamu apa?”
Arslan ;” walaupun Arslan nanti tidak punya mobil mewah, uang banyak....tapi kalu itu yang Arslan inginkan arslan pasti bahagia Miq.”
Mamiq :” Bahagia bagaimana? Memangnya apa yang kamu mau capai dari menulis itu hah?!”
Arslan :” Sasak....Dari tulisan Arslan, tiang ingin semua dunia tau tentang lombok tentang sasak yang ada didalamnya. Secara tidak langsung miq gelar LALU yang tiang sandang ini menjadi tanda untuk tiang bahwa sudah menjadi kewajiban tiang untuk melestarikan budaya sasak itu miq. Arslan malu miq, malu sama temen-temen  Arslan, setiap mereka bertanya Apa sih bedanya Gendang beleq sama Jangger?Bahasa halus lombok itu seperti apa? Tradisi paling sakral sasak itu apa? Seharunya arslan ngerti itu miq, tapi apa...Arslan ndak tau apa-apa.
Arslan :” Dua tahun lalu Arslan nggak tau itu semua, tapi sekrang Arslan tau miq, dengan menggeluti dunia menulis ini arslan jadi tau miq dan Arslan bangga akan hal itu Dirgapun sama miq. Walau disekolah dia  punya image buruk tapi dia peduli sama budaya kita walauoun dia bukan dari keturunan bangsawan”
Dirga :” setelah saya ketemu Arslan dan menjelajahi budaya kita dengan pasti sama dia saja jadi berfikir, kalau seandainya budaya sasak ini tidak dilestarikan takutnya akan di klaim lagi dan lagi sama negara tentangga itu om. Sebagai teman Arslan saya bangga sama dia Om”
Mamiq :” Baiklah kalau itu keputusan mu. Kalau memang benar kamu sudah mengenal sasak itu seperti apa. Mamiq menantang kamu adu peresean. Dengan syarat, kalau kamu menag kamu boleh lakukan seperti yang kamu mau, tapi kalau mamiq menang, apapun itu kamu harus turuti perkataan mamiq”
Ibu :” Miq Tapi...”
Arslan :” oke.. Arslan terima tantangan mamiq”
Dirga :” Yang bener aja Lan, emng kamu pernah main itu peresean, bahaya itu woy”
Arslan :” aku ndak puny apilihan lain Dir. Aku meng ndak pernah main tapi selama ini aku sering nonton pertandingan peresean. Ini kesempatan terakhirku Dir, apapun resikonya kau terima”
Dirga :” modal nonton doang? Keras kepala sama gila itu meng beda tipis ya”
/ KEMUDIAN DISINI PERTANDINGAN PERESEAN ITU DIMULAI, MENEMPUH ATURAN YANG PANJANG, AKHIRNYA YANG MENAG ITU MAMIQNYA ARSLAN TAPI KITA LIHAT APA YANGT ERJADI”
Mamiq :” Seperti kesepakatan kita sebelumnya. Kamu pasti ngerti”
Arslan :” sial!”
Mamiq:” mulai sekrang kamu harus dengerin apa yang mamiq bilang. Jadi kamu.....kamu harus kejar apapun cita-cita kamu, sesulit apapun itu, dan bagaimana pun caranya kamu seperti yang kamu bilang kamu harus membuat sasak dikenal oleh semua orang. Tunjukkan kepada mereka bagaimana wajah Asli Sasak kita ini. Kejar cita-citamu jadi penulis”
Arslan :” Mamiq....?
Mamiq :” Maafkan mamiq selama ini sudah terlalu ngekeng kamu maafkan mamiq karena ndak bisa menjadi contoh yang baik buat kamu, semua yang kamu ucapkan benar membuat mamiq sadar. Kita sebagai orang lombok asli yang didalam darahnya mengalir darah keturuan sasak ini seharusnya terus melestarikan budaya kita yang ada, jangan sampai semua budaya ini hilang jangan sampai wajah sasak kita tertutup topeng globalisasi.”
Mamiq:” maka dari itu Arslan, tolong perbaiki kesalahan mamiqmu ini nak, kamu anak yang baik pmuda sasak sejati. Dan Dirga maafkan om ya”
Arslan :” Makasi miq, makasi. Tenag aja miq semua harapan mamiq akan Arslan wujudkan dengan segenap hati. Budaya sasak ini akan terus kami lestarikan, kembangkan, dan kenalkan kepada semua orang kami yang akan melakukannya sebagai generasi muda...karenaa”
Arslan dan Dirga :’” Kalau bukan kita siapa lagi?!!”

Budaya itu adalah sebuah warisan, harta karun sebuah daerah. Lombok memeiliki sasak di dalamnya dengan berbagai macam tradisi dan budaya yang menjadikan itu identitas bagi orang Lombok itu sendiri. Identitas itu harulah kita jaga dengan hati dan kerja keras, menjaganya selalu agar bisa dinela 10 tahun....20 tahun...50....tahun bahkan sampai beratus tahun kedepan. Siapa yang berkewajiabn untuk itu tentu kita semua yang ada Di Lombok ini. Karena budaya sasak identitas kami, dan karena wajah kami WAJAH SASAK.

GUBAHAN : R2